Arif Sehari-harinya

Monday, February 14, 2005

Es Shanghai



Hari ini benar-benar beda. Benar-benar tidak biasanya. Entah aku yang aneh, ataukah dia. Padahal selama ini dia telah menjadi sahabatku, yang selalu kurindukan di keseharianku... sepertinya ada yang berbeda dengannya hari ini...

Bukan, mungkin bukan dia yang aneh. Dia masih tampak lebih manis dari biasanya... Tetapi... mungkin cobaan ini memang harus dilalui...

Hampir-hampir akupun tak percaya bahwa aku sanggup mengambil keputusan itu...
Menolak kehadirannya....


Hikmah...

Allahlah Yang Maha Menguasai terhadap segala sesuatu, termasuk hati
Dengan mudah Allah dapat membalikkan rasa kebencian menjadi kecenderungan untuk bersama
Sangat mudah pula bagi-Nya untuk memisahkan sesuatu yang tampaknya takkan mungkin untuk berpisah
Hanya kepada Allah-lah tempat bergantung, tiada ilah selain Allah

Adilnya Allah tak dapat dibandingkan dengan adilnya manusia
Rahmat Allah tak putus dicurahkan-Nya kepada yang dikehendaki-Nya
Maka nikmat mana lagi yang kita dustakan
Tidakkah kisah-kisah pendahulu telah dapat menjadi pelajaran bagi kita?

Allahu Akbar!

(For you) I just couldn't see, you didn't feel the same way about me.

Just another inspiration...

Waktu adalah sesuatu yg mendasari adanya perubahan
Jika waktu berlalu dan ternyata Anda belum berubah
Mungkin itu artinya Anda telah menyia-nyiakan waktu!

Ngarang...

Kondisi hati yang ekstrim seperti di saat senang, benci, suka, dan duka sangat mudah diinfiltrasi dan dimanfaatkan oleh syaitan. Untuk itu diperlukan antisipasi dengan mempersiapkan kesabaran serta kadar iman yang cukup untuk membendung meluapnya perasaan hingga tingkat yang mengkhawatirkan.

Hindari...
- Berkurangnya rasa malu
- Memperturutkan hawa nafsu
- Perasaan wahn, cinta dunia dan takut mati
- Perkataan yang tidak perlu
- Perbuatan yang kurang bermanfaat
- Menyia-nyiakan waktu
- Tidak dalam keadaan ingat kepada Allah

- Berburuk sangka kepada manusia maupun kepada Allah
- Berputus asa
- Membicarakan keburukan orang lain
- Kawan yang tidak mengajak kepada kebaikan
- Tempat maksiat

Wednesday, February 09, 2005

Ketika Hati Sedang Berbunga


Alhamdulillah, Sabtu-Ahad 5-6 Feb 2004 kami diberi kesempatan oleh Allah untuk menghadiri acara pernikahan Irma di Blora. Thx to Andi yg mau nyetirin.....

Sejak masih di Bandung, aku sudah berusaha meluruskan niat... Pokoknya ga boleh macem-macem! Para peserta perjalanan ini mungkin dah pada sensi dgn yg namanya nikah... kecuali Ulil yg emang dah nikah.

Bagi si Andi, pengalaman yg paling serem tuh pas mau masuk Semarang... Gile, kijang kita dipepet 2 bis dalam kecepatan tinggi, kiri dan kanan! Pantura gitu lho... Sesampai di Semarang, sekitar jam 3-an, yg akhwat tidur di kediaman Ema, trus Andi dan Arif di tempat Mbak Indah.

Bagiku... yg kudapat dari perjalanan ini adalah semangat, keberanian, dan keberuntungan alias Rahmat dari Allah SWT. Bagaimana tidak, Alhamdulillah banget deh pokoknya. Di perjalanan Demak-Blora, Purwodadi-Smg, dan 3,5 jam sebelum masuk Bandung, aku dipercaya nyetir.... Padahal sebelumnya, di Bandung pun belum pernah bawa mobil di persimpangan yg ada lampu merahnya, fiuh... (Tiap liat polisi juga masih deg-degan, wong belum punya
SIM A)

Tapi Ahad paginya ada lecet dikit ding :) Pas ngeluarin dari tempat parkir di dekat rumah Mbak Indah, hiks, bemper kanan depan kegores tiang besi, lampu sein kanan juga sempat lepas, tapi masih bisa dipasang lagi... Nah, aku sih meyakinkan diri bahwa itu adalah pertanda baik. Maksudnya, di perjalanan nanti insya Allah ga bakal dapat yang lebih buruk dari itu. Dan Alhamdulillah, it's true. (Cuman sempat keluar jalur ke kiri 2 kali, karena menghindari tabrakan kalau mepet ke sebelah kanan, dan beberapa kali "astagfirullah" dari para penumpang akibat jalan lubang dan bergelombang)

Pas Ahad pagi sebelum ke Blora, Alhamdulillah diundang MCM*) sarapan pagi... lumayan buat nambah tenaga. Trus sorenya sepulang dari Blora, si Andi malah dimanja banget, jadi cemburu :P, pantes juga sih, kan driver utama. Kalau ngeliat odometernya, perjalanan kemaren tuh > 1000km, percaya gak? Padahal kalau dihitung dengan tidur dan istirahatnya, semua itu dijalani cuma sekitar 36 jam!

[*) MCM=M****n C***n M****a]



Nah, kalau tentang pasangan Irma dan Bagus, akadnya di masjid, resepsinya di rumah Irma. Pas ngasih selamat ke ortunya Irma (sebelumnya dah kenal di Ponorogo pas nikahan Ulil), Bapaknya nanya ke aku "Kapan nikah?" Gubrak!!!

Beberapa pesan buat pasangan baru ini, sebagai berikut:

Khutbah nikah .NET

Selamat, Anda berdua sudah sign off untuk fase planning berumah tangga
Rencana developing, stabilizing, dan deploying tentunya sudah matang
Blue print rumah tangga tentunya sudah tergambar dengan jelas

Layaknya dalam software development project...
Requirement specification tidaklah statis
Dinamika perubahan requirement adalah suatu keniscayaan
Seninya ada pada pengelolaan perubahan requirement
Agar set goal di awal tetap bisa di-achieve

Perubahan requirement sebaiknya dilandasi perkiraan ketersediaan resource
Agar effort or activity yang diperlukan layak untuk dijalankan
Pandai-pandailah mengelola alokasi resource agar tidak habis pada saat dibutuhkan
Jangan besar pasak daripada tiang

Men-develop rumah tangga tidak seperti coding & bug fixing
Fault tolerance principle adalah kuncinya
Ada banyak konsep exception handling yang harus dikombinasikan
Agar segala kemungkinan terjadinya fault bisa diantisipasi dan ditoleransi

Fault di dalam coding harus dihilangkan
Sedangkan fault di dalam rumah tangga harus bisa diterima dan dimaafkan
Layaknya men-develop, ada saatnya otak kita encer, ada saatnya beku
Juga berumah tangga

Ada beda antara code yang berarsitektur dan yang tak beraturan
Pilihlah rumah tangga dengan arsitektur "mawaddah wa rohmah"
Indah sekali arsitektur itu
Arsitektur itu menjadi guide untuk "process & result"
Berproses menjadi "mawaddah wa rohmah" itu kuncinya
Stabilizing adalah jalan menuju ke sana

(Disadur dari sebuah milis .NET, dengan sedikit modifikasi, tanpa merubah makna…)

My qoute:
A wedding is only the beginning of a marriage, and the marriage itself can be lasting longer than our life, barakallah…"

Thursday, January 20, 2005

Alhamdulillah, finally I found you


Sudah berbulan-bulan aku berkelana mencarimu. Namun sore ini, alhamdulillah, dalam pandangan sekilas, terbesit di dalam hati, dikaulah yang dapat menemaniku dalam kesendirian dan masa-masa penantian.Ya, keberadaanmu sangat membantuku, setidaknya sebagai pemuas nafsuku. Kaulah power bagiku, kau berikan tenaga untuk bekerja, kau munculkan semangat untuk menjalani hidup, lebih lama lagi.

Ya, kaulah colokan listrik di pojok ruang check-in Gate 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sunday, January 16, 2005

Secuil Internet Security, HTML Form, Kilas Balik



Si Usil terkenang dengan masa-masa mudanya dahulu...
Waktu itu, di pikirannya terlintas ide yang begitu nakal. Salah satu situs Telkom yang menyediakan fasilitas SMS gratis, dijadikannya tempat praktek rasa super ego akibat kesal: tidak dapat mendaftar karena bukan pelanggan Telkom SMS.

Pokoknya, fasilitas SMS gratis situs itu berada dalam kendalinya selama lebih dari 4 jam. Tak ada yang dapat menggunakannya selain dirinya, hanya karena dia berhasil mengubah password untuk trial user account.

Bagaimana itu bisa terjadi?

Mudah saja. Bagi yang pernah belajar dan sehari-hari berkutat dengan HTML tentu tahu bahwa pada sebuah aplikasi web based, sebuah entry form sebenarnya terpisah dengan processing page. Fisiknya boleh sama, tapi level logic-nya pasti berbeda.

Pada situs yang tingkat keamanannya "biasa-biasa saja", Si Usil dapat "menembak" langsung ke processing page tanpa harus melalui entry form yang seharusnya. Tembakan itu berupa passing parameter berisi variabel-variabel yang akan diproses, tanpa pengecekan terlebih dahulu, apakah parameter tersebut dimasukkan melalui entry form yang seharusnya atau tidak. Men-disable entry field change password pada entry form tidak lagi berguna ketika Si Usil membuat entry form gadungan yang dijalankan di komputer lokal, lalu mem-passing variabelnya ke server. Cookie juga tidak begitu berguna, karena masih dapat diakali oleh Si Usil dengan mempertahankan browser yang dibukanya saat membuka form entry yang asli.

Hal seperti inilah rupanya yang memicu digunakannya prinsip enkripsi pada web based application. Tujuan dari enkripsi tersebut adalah untuk meyakinkan bahwa si pengirim infrormasi, alias pengisi entry form benar-benar melakukan pengisian informasi pada entry form yang disediakan.

Kemunculan SSL, HTTPS, PHPS dan "barang-barang" berbau security lainnya ternyata hadir sebagai armour dan fight back solution bagi orang-orang kreatif seperti Si Usil ini. Terima kasih atas jasa-jasa Si Usil dan orang-orang seperti dia untuk andil mereka dalam memicu dan memacu perkembangan teknologi, khususnya Internet, lebih spesifik lagi pada aspek Security.



Saturday, January 08, 2005

Antara idealisme dan realita



Dikutip dari milis netindonesia.net

Hendry Wijaya wrote:
.... saya ingin mengajak teman2 sekalian berdiskusi mengenai 1
> hal : sepanjang saya kuliah dan skrg bekerja, umumnya ada 2 cara
> pandang programmer dalam memandang pekerjaannya, yg pertama adalah yg
> memandang yg penting dalam pekerjaan sebagai programmer adalah
> tugasnya selesai, gaji didapat ( kalau yg freelance uang proyek
> dibayar ), dan akibatnya adalah dalam mengerjakan program, tipe yg ini
> gak peduli dengan yg namanya UML, OOP - atau dgn kata lain idealisme
> belakangan saja, yg penting program jadi. Toh, client-nya juga gak
> ngerti OOP. Yang kedua, adalah yg dalam mengerjakan proyek benar2
> strict, harus OOP misalnya. Pas saya kuliah, saya pikir kerja di
> software house itu, tipenya yang ke-2, dimana kerjaan kita harus
> serapi mungkin, agar coding kita mudah di-maintain. Tapi dlm
> kenyataan, di t4 kerja saya maupun dr sharing temen2 lainnya, banyak
> sekali software house yg tipe pertama. Saya baru bekerja 1 bulan
> setengah, dan jujur saja saya cukup kaget dengan realita ini. Nach,
> akibat lingkungan kerja seperti ini jugalah, yang membawa saya kepada
> pola pikir pragmatisme ( pola pertama ). Apalagi deadline project yg
> cukup singkat, yg membuat kita berpikir yg penting program itu jadi.
> Bagaimana pendapat teman2 sekalian di sini akan hal ini?


Slamet Santoso replied:

Begitulah beda alam pikir sekolahan dengan realita bisnis. Di sekolah, teori dan konsep diasumsikan berjalan di atas environment yang ideal. Pertimbangan yang dipakai juga homogen, tidak banyak, hanya dari sudut pandang software engineering semata. Kompleksitas dan besarnya persoalan juga diabaikan. Nggak perlu juga difikirkan soal budget yang tersedia dan berapa waktu yang tersisa.

Realita bisnis berbeda. Ada limitasi waktu, budget, jumlah orang, ekspektasi calon pemakai, dll. Pekerjaan coding adalah konsekuensi dari keputusan bisnis, yang seringnya merupakan hasil "trade-off" dari parameter engineering dan economics. Ada plesetan "murah minta bagus ??", "bagus minta cepat???", "cepat minta handal???", "handal minta user friendly???", dll.

Ada pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab di soal seperti ini. Contohnya: Apakah cocok kita gunakan rationale unified process dan UML nya secara menyeluruh untuk segala jenis proyek software development, berapapun budget yg tersedia? Apakah cocok kita gunakan OOP, kalau analisis dan desainnya masih terstruktur? Atau apakah cocok OOP untuk software yang tanpa analisis dan desain? Atau perlukah kita memakai OOP untuk semua kegiatan coding? Perlukah analisis dan desain, jika tim pengembang beranggota 1 orang?
Prinsip dari cara menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas itulah yang nantinya akan membedakan tim/ perusahaan mana yang bersikap pragmatis, mana yg taktis, dan mana yg tidak realistis. Sangat beruntung jika Anda berada dalam tim yang berfikir taktis.

Semua prinsip dalam software engineering biasanya dilandasi oleh tujuan jangka panjang, skala dan lingkup pekerjaan yang mungkin membesar, pekerjaan dilakukan oleh tim bukan 1 orang, dll. Ada investasi di awal yang buahnya akan dinikmati di akhir.

Saran saya, jika Anda ingin menjadi besar, berfikir dan bertindaklah dengan selalu mempertimbangkan adanya kemungkinan perubahan di masa depan. Jadi, maintainability itu penting, meskipun butuh investasi. Jangan pula bermewah-mewahan dengan segudang konsep dan teori. Fikirkan background situasi di balik lahirnya teori dan biaya yang keluar untuk implementasi teori tersebut.


Sunday, December 26, 2004

Gempa Bumi di Indonesia

# 10 Agustus 2004 13 09 31.9 WIB
kedalaman 30 Km
kekuatan (Magnitudo) 4.0 SR
pusat gempa (epicenter) 1.41 LU - 99.08 BT, di darat +/- 15 Km Tenggara Lumut Tapanuli Tengah, dirasakan di Pinang Sore I - II MMI

#10 Agustus 2004 13 19 58.6 WIB
kedalaman 30 Km
kekuatan (Magnitudo) 4.5 SR
pusat gempa (epicenter) 1.45 LU - 99.03 BT, di darat +/- 15 Km Tenggara Lumut Tapanuli Tengah, dirasakan di Pinang Sore II - III MMI

#22 September 2004 16:09:97.44 WIB
kedalaman 30 Km
magnitudo 4.3 SR
pusat gempa 2.25 LU - 98.99 BT, di darat +/- 11 km Timur Laut Tarutung. Dirasakan di Tarutung II-III MMI.

#22 September 2004 18:33:58.58 WIB
kedalaman 25 Km
magnitudo 3.9 SR
pusat gempa 2.21 LU - 98.94 BT atau di darat +/- 11 km Timur Laut Tarutung. Dirasakan di Tarutung I-II MMI.

#26 September 2004 04:21:00.5 WIB
kedalaman gempa 30 Km
kekuatan gempa (magnitudo) 4.2 SR
epicenter 5.50 LU - 95.58 BT atau di darat +/- 25 Km Tenggara Banda Aceh. NAD. Dirasakan di Banda Aceh II MMI.

#18 November 2004 11 56 39.9 WIB
kedalaman gempa 30 Km
magnitude 4.5 SR
pusat gempa 5.53 LU - 95.2 BT di laut +/- 20 Km Barat Daya Sabang.Dirasakan I - II MMI di Sabang dan Banda Aceh.

#26 Desember 2004 07:58:48.38 WIB
kedalaman 20 Km
magnitude 6.8 SR
pusat gempa 2.9 LU - 95.6 BT, di laut +/- 149 Km Selatan Meulaboh. Di Meulaboh dirasakan VII - VIII MMI (terjadi tiang listrik roboh, jembatan patah & beberapa rumah rusak berat),di Medan III-IV MMI, di G. Sitoli III-IV MMI dan menimbulkan tsunami serta korban jiwa, di Parapat dan Taput III MMI, di Bukit Tinggi dan Payakumbuh II-III MMI,

#26 Desember 2004 08:48:46.0 WIB
kedalaman 10 Km
magnitude 5.9 SR
pusat gempa 5.4 LU - 94.4 BT, di laut +/- 75 Km Barat P. We. Di Sabang menimbulkan tsunami setinggi 5 meter, di Banda Aceh dirasakan VI - VII MMI (terjadi kerusakan bangunan),di Sigli IV MMI dan menimbulkan tsunami, di Lhokseumawe III-IV MMI dan menimbulkan tsunami serta korban jiwa, di Pantai Cermin Serdang Bdagai menimbulkan tsunami dan korban jiwa.

Sumber: BMG

Monday, October 11, 2004

Ada Hikmah di Mutiara Selatan

Kejadiannya jam 9 malam tgl 8 oktober 2004 di bordes gerbong 1 rangkaian kereta api Mutiara Selatan, rute Bandung-Surabaya.

Seorang penumpang menghadang awak kereta dengan menuduhnya melakukan tindakan tidak terpuji terhadap isterinya (yang berada di dekatnya) beberapa saat sebelumnya. Si awak kereta membela diri dgn menyatakan bahwa dirinya sebenarnya tidak bermaksud mengganggu, melainkan hendak membangunkan lalu memberikan uang kembalian es jeruk yg dibeli oleh istri si penumpang. Dengan tak kuasa menahan amarah, si penumpang yang telah dikuasai iblis seperti semakin terbakar dengan upaya pembelaan dari si awak kereta.

Untung saja, di tengah keributan suara rel dan suasana yang sangat tidak nyaman, si awak kereta dengan pandainya mengambil keputusan bijak, yaitu mengalah dan memohon maaf. Berulang-ulang ia bersumpah dengan mengucapkan "Demi Allah", lalu menegaskan bahwa ia adalah muslim, ia juga punya isteri dan anak dan bahwa ia berani mati syahid dalam tugas mencari nafkah untuk isteri dan anaknya. Ia pun melanjutkan perkataannya bahwa ia secara tulus memohon maaf, dan kalaulah dengan membolehkan si penumpang memukul dirinya persoalan dapat diselesaikan, ia bersedia untuk menerima hukuman itu.

Sungguh luar biasa, di sana terdapat sebuah pelajaran yang sangat berharga, satu lagi kisah nyata yang disutradarai oleh Yang Maha Kuasa, yang para pemerannya pun sedang tidak menyadari bahwa di sekeliling mereka terdapat jutaan kamera dan mikrofon berteknologi akhirat yang merekam setiap perkataan yang diucapkan, perilaku yang diperlihatkan, bahkan keinginan yang tersembunyi di dalam hati. Tidak banyak orang yang sadar bahwa ia sedang diuji. Tidak banyak yang lulus dalam ujian-ujian itu. Tidak banyak orang yang tahu bahwa ketika nafsu dan amarah telah ditunggangi oleh setan, itu berarti bencana. Tidak banyak orang menyadari bahwa Allah memberikan pelajaran kepada kita melalui berbagai macam cara. Dan tidak banyak orang yang pandai bersyukur, ketika Allah menunjukkan sebagian Hidayah-Nya atau bahkan dengan Rahmat-Nya menyelamatkan kita dari bencana yang melanda. Wallahu A'lam.

(Arif, dalam perjalanan ke pernikahan Ulil di Ponorogo)

Friday, September 10, 2004

Wa qinaa 'adzaabannaar

Kalimat di atas bukanlah sekedar doa yang saling lepas dengan apa yang kita perbuat dalam keseharian kita. Kalimat di atas adalah contoh doa yang diucapkan oleh orang-orang yang senantiasa mengingat Allah, sebagaimana diterangkan oleh Allah dalam Al-Qur'an.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka" (Q.S Ali 'Imran:190-191)

Jika doa tersebut diucapkan dengan sungguh-sungguh, maka tentu kandungannya akan terbawa dan menjadi spirit dalam keseharian kita. Adalah suatu hal yang kontradiktif jika seandainya ketika berdoa kita mohon untuk dijauhkan dari siksa neraka, namun ketika melakukan suatu perbuatan, kita sama sekali tidak ingat bahwa neraka itu ada. Adalah benar bahwa syaitan punya kemampuan untuk menggoda kita sebagai manusia, untuk lupa akan konsekuensi dari suatu perbuatan yang akan bahkan telah kita lakukan. Mohonlah perlindungan kepada Allah, dari godaan syaitan yang dapat menyesatkan, mengarahkan kepada kelalaian, dan kemungkaran.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka maka sungguh telah Engkau hinakan
ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (Q.S Ali 'Imran:192)


Jika syaitan memiliki kemampuan untuk menggoda, maka sebagian di antara manusia punya kemampuan untuk saling mengingatkan atau menyeru kepada kebaikan. Da'wah, bukanlah sekedar istilah. Da'wah bukanlah sekedar hak, tapi telah menjadi kewajiban bagi yang menyadari bahwa dirinya memiliki ilmu dan kemampuan. Betapa tidak bijaksana orang yang mampu dan punya ilmu, tapi tidak mau mendukung atau menjadi bagian dari da'wah.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. (Q.S. Ali 'Imran:193)

Berbicara mengenai ampunan alias taubat, ternyata ada syaratnya juga....

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (Q.S. An-Nisaa:17-18)

Sunday, September 05, 2004

Campur Tangan

Sejenak kurenungi kembali, jalan hidup yang telah kulalui....

Andai aku seorang sutradara, takkan sekompleks ini alur cerita yang akan kubuat untuk film bertemakan kehidupan dunia. Aku melihat jalan yang selama ini kutempuh sebagai sebuah hasil perencanaan hebat yang sangat tidak mungkin dibuat oleh sutradara siapapun, di manapun, kecuali oleh Allah, Yang Menguasai segala sesuatu.

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (Q.S. Ali 'Imran: 189)

Dalam menyusuri cabang-cabang pilihan dalam kehidupan, rasanya semua begitu lancar. Bahkan, pilihan itu muncul begitu saja, tanpa direncanakan. Dalam logika informatika, dikenal istilah backward linearity, yakni bahwa untuk menyusuri jalan ke masa lalu, hanya ada 1 jalur, yaitu jalur yang pernah kita jalani. Berbeda halnya untuk ke masa depan, di mana di depan masih banyak persimpangan yang kitapun belum tahu, cabang mana dari persimpangan itu yang akan kita pilih untuk kita jalani.

Terlena. Ya, banyak orang yang terlena dengan kehidupan dunia, kitakah di antaranya? Coba periksa kembali, apakah jalur kehidupan yang kita jalani telah berimpitan, searah, ataukah berlawanan arah dengan tujuan diciptakannya kehidupan bagi kita? Yang lebih gawat lagi adalah ketika kita ditanya tentang apa tujuan hidup kita, kita masih perlu waktu untuk memikirkannya. Itu mungkin sebuah pertanda bahwa kita telah menjadi robot yang menjalankan pekerjaan karena terbiasa melakukannya, bukan karena sesuatu alasan yang mendasarinya.

Kembali ke persoalan mencari nilai kedekatan perjalanan selama ini dengan tujuan hidup ideal, tentu perlu menyinggung tentang parameter-parameter yang akan digunakan dalam penilaian. Apa saja parameternya? Lalu bagaimana cara menilainya?

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (Q.S. Ali 'Imran: 185)

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur (Q.S. Ali 'Imran: 145)

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung (Q.S. Ali 'Imran: 104)

Coba buka kembali kitab petunjuk hidup yang Anda yakini. Apakah semua itu tertera di dalamnya? Kalau tidak, artinya selama ini kemungkinan besar Anda telah salah memilih kitab petunjuk hidup. Tidak sepantasnya sebuah kitab yang diagungkan sebagai "kitab petunjuk hidup" tidak menerangkan standar tentang arti keberuntungan, keberhasilan, kerugian, dan tentu saja tentang proses hidup itu sendiri.

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan (Q.S. Ali 'Imran: 186)

Hai orang-orang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung (Q.S Ali 'Imran: 200)

Wednesday, August 25, 2004

Udah 3 hari

Jadi gini ceritanya....

Hari Senin pagi teh ada ultimatum dari ortu...., intinya mah pokoknya kudu nikah ASAP.
Siangnya masih sempat nyuci, terus ke pos, telkom dan bank. Nah, sorenya, pas lagi di kampus, mampus deh.

Batuk, demam, sakit kepala....
Nah, demamnya itu tingginya pas malam. Pagi-pagi mah kirain udah sembuh...
Rasanya ga enak banget nyusahin banyak orang 3 hari ini, soalnya nginapnya di kantor...
Tadi pas periksa di RSHS, katanya tensinya juga tinggi, 170 bow...
Besok harus periksa darah, kata dokternya...

Januari lalu demam berdarah, Mei harus ke rehab medik, Agustus kenapa harus berurusan dengan dokter lagi?